Anemia adalah masalah kesehatan masyarakat global pada remaja putri yang dipengaruhi oleh faktor kehilangan darah, pola makan, aktivitas fisik dan kondisi sosial ekonomi. Anemia menimbulkan berbagai dampak yaitu terhadap pertumbuhan dan perkembangan, daya tahan terhadap penyakit infeksi, aktivitas, konsentrasi, dan kecerdasan. Kesehatan seorang remaja putri sebagai calon seorang ibu dan sekaligus sebagai penerus bangsa perlu menjadi perhatian utama. Dalam siklus hidup, tahap masa remaja terutama remaja putri sangat penting, karena pada masa ini terjadi proses tumbuh kembang, sehingga bila proses ini berlangsung secara optimal akan menghasilkan remaja putri yang sehat dan pada akhirnya akan menghasilkan calon ibu yang sehat pula.
Program perbaikan gizi masyarakat merupakan program pokok untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Masalah gizi merupakan masalah yang penanganannya harus dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai sektor, bukan hanya dengan pendekatan medis. Masalah gizi berkaitan erat dengan masalah ekonomi dan perilaku serta pengetahuan masyarakat. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan dampak kedepan jika kesehatan terabaikan. Keadaan gizi masyarakat yang optimal, dapat meningkatkan produktifitas dan angka harapan hidup masyarakat. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kematian pada ibu melahirkan, kelahiran premature, BBLR, resiko anak mengalami anemia tinggi dan gangguan fungsi kognitif. Selama ini penanganan masalah Anemia, KEK, KEP dan pendek di Puskesmas Tempuran sebatas pada ibu hamil dan balita oleh petugas gizi dan bidan. Selain itu perencanaan program penanggulangan masalah anemia gizi yang disusun selama ini hanya pada ibu hamil. Oleh karena itu perlu adanya strategi baru yaitu dengan sosialisasi pemberian tablet tambah darah pada remaja guna mempersiapkan kondisi fisik remaja putri sebelum hamil agar menjadi ibu yang sehat, saat hamil tidak mengalami anemia.
Kegiatan GAYATRI (Gerakan Sayang Remaja Putri) dilakukan dengan cara:
A.
Nutrisionis menentukan sekolah yang akan akan dikunjungi
B.
Nutrisionis dibantu nakes melakukan skrinning hb untuk mendeteksi anemia pada
remaja putri
C.
Nutrisionis memberikan penyuluhan mengenai anemia pada remaja
D. Nutrisionis memandu untuk minum tablet Fe
bersama di sekolah
E. Nutrisionis mendokumentasikan kegiatan
pelaksanaan sosialisasi gayatri dan melaporkan ke Kepala Puskesmas dan Dinas
Kesehatan